Muslim Friendly Japan

Onsen untuk Muslim: Panduan Pemandian Privat di Jepang

Terakhir diperiksa: 5 Nov 2026

Bisa. Ada banyak pilihan onsen untuk Muslim di Jepang, asal tahu cara kerjanya. Pemandian umum memang dipisah antara pria dan wanita, tetapi semua orang berendam tanpa busana sama sekali. Kalau itu tidak sesuai dengan prinsip Anda, air panasnya tetap bisa dinikmati lewat kamar mandi pribadi yang dipesan (kashikiri-buro), kamar ryokan dengan bak onsen sendiri, pemandian kaki gratis, atau fasilitas yang mewajibkan baju renang. Panduan ini menjelaskan semuanya, termasuk soal makanan, salat dan wudu saat menginap di ryokan.

Onsen untuk Muslim: apa itu onsen dan bagaimana aturannya

Onsen adalah pemandian berisi air panas alami dari mata air vulkanik. Menurut JNTO (badan pariwisata nasional Jepang), onsen yang sebenarnya harus memakai air panas bumi alami dalam porsi yang cukup besar, sedangkan sento adalah pemandian umum dengan air biasa yang dipanaskan. Istilah lain yang akan sering Anda temui: rotenburo (pemandian terbuka) dan ashiyu (pemandian kaki).

Aturan dasar di pemandian umum

Berdasarkan panduan JNTO:

  • Dipisah berdasarkan jenis kelamin. Sebagian besar pemandian umum punya bagian pria dan wanita, biasanya ditandai tirai biru (pria) dan merah (wanita). Pemandian campur memang ada, tetapi jarang.
  • Berendam tanpa busana. JNTO menyebut telanjang penuh adalah keharusan di hampir semua onsen. Baju renang tidak boleh dipakai di onsen biasa demi menjaga kebersihan air.
  • Mandi dulu sebelum masuk. Duduk di bangku kecil di area pancuran dan bersihkan seluruh tubuh. Pastikan tidak ada sisa sabun, lalu bilas bangku dan baskom untuk orang berikutnya.
  • Handuk kecil tidak boleh masuk air. Anda boleh membawa handuk kecil dan menutupi badan dengannya saat berjalan, tetapi handuk harus diletakkan di pinggir kolam atau dilipat di atas kepala.
  • Rambut tidak boleh menyentuh air. Ikat rambut panjang dan jangan menenggelamkan kepala.
  • Jangan terlalu lama. JNTO menyarankan paling lama sekitar 30 menit, dan sebaiknya tidak makan atau minum di dalam kolam.

Biasanya tersedia loker atau keranjang untuk pakaian dan barang berharga. Simpan perhiasan di loker, karena kandungan mineral air tertentu bisa membuat logam berubah warna.

Apakah pemandian umum cocok untuk Anda?

Ini keputusan pribadi, dan setiap Muslim bisa berbeda. Ada yang merasa nyaman di pemandian khusus sesama jenis dengan tetap memegang handuk kecil saat berjalan ke kolam. Banyak juga yang tidak ingin terlihat tanpa busana oleh siapa pun, termasuk sesama jenis, lalu memilih opsi privat di bawah ini.

Kabar baiknya, air panas, pemandangan dan rasa rileksnya tetap bisa dinikmati secara privat. Kuncinya hanya satu: pesan lebih awal.

Onsen privat di Jepang: pilihan untuk menjaga aurat

1. Kashikiri-buro (pemandian privat yang dipesan)

Kashikiri-buro adalah kamar mandi onsen yang Anda sewa untuk diri sendiri atau keluarga selama waktu tertentu. Banyak ryokan dan sebagian pemandian umum memilikinya. JNTO menjelaskan bahwa biasanya ada biaya tambahan, dan harus dipesan sebelumnya atau di meja resepsionis, tempat Anda akan diberi kunci. Durasinya umumnya 45 sampai 60 menit.

Untuk keluarga atau pasangan suami istri, ini sering menjadi cara paling nyaman mencoba onsen: pintu dikunci, tidak ada orang lain yang masuk, dan urusan tato pun tidak jadi masalah.

Saat memesan penginapan, tanyakan:

  • Apakah ada kashikiri-buro dan berapa biayanya?
  • Bisa dipesan sebelum tiba, atau hanya saat check-in?
  • Berapa lama satu sesi, dan jam berapa saja yang masih kosong?

Kalimat sederhana dalam bahasa Jepang: "Kashikiri-buro wa arimasu ka?" ("Apakah ada pemandian privat?"). Kalimat lain bisa dilihat di panduan kalimat bahasa Jepang untuk wisatawan Muslim.

2. Kamar ryokan dengan bak onsen sendiri

Menurut panduan ryokan JNTO, kamar ryokan umumnya berlantai tatami, memakai futon, dan kadang dilengkapi kamar mandi pribadi, bahkan ada yang terbuka di luar ruangan. Sebagian kamar punya bak onsen terbuka di balkon. JNTO juga mencatat bahwa onsen privat di dalam kamar kadang sudah termasuk dalam harga kamar.

Inilah pilihan paling privat: berendam kapan saja, lalu salat di kamar yang sama sesudahnya. Harganya memang lebih mahal dari kamar biasa, jadi bandingkan harga dan baca deskripsi kamar dengan teliti. Tulisan "private bath" kadang hanya berarti kamar mandi biasa, bukan air onsen.

3. Ashiyu (pemandian kaki)

Di ashiyu, Anda menikmati air panas tanpa membuka pakaian. Cukup gulung celana atau angkat sedikit gamis, duduk di pinggir, dan rendam kaki. Beberapa kota onsen dalam panduan ini punya ashiyu gratis di pinggir jalan atau di samping gedung pemandian, sehingga mudah diselipkan di antara jadwal salat dan jalan-jalan. Bawa handuk kecil untuk mengeringkan kaki.

4. Fasilitas air panas yang memakai baju renang

Ada beberapa fasilitas bergaya taman rekreasi yang membolehkan, bahkan mewajibkan, baju renang. Yang paling terkenal adalah Hakone Kowakien Yunessun di Hakone. Panduan resminya menyebut baju renang wajib dipakai di area Yunessun, dan baju renang bisa disewa di sana. Ada juga area tradisional terpisah bernama Mori no Yu, yang justru tidak boleh memakai baju renang. Periksa area mana yang termasuk dalam tiket Anda.

Perlu diingat, area baju renang ini bercampur antara pria dan wanita. Pertimbangkan apakah Anda nyaman dengan kondisi itu. Panduan Yunessun tidak menjelaskan model baju renang apa saja yang diperbolehkan, jadi kalau Anda berencana memakai burkini atau baju renang syar'i, hubungi fasilitasnya terlebih dahulu.

Di Yufuin, JNTO menyebut Kua-ju Yufuin sebagai fasilitas pemandian khusus baju renang.

5. Mandi pasir dengan yukata

Saat mandi pasir, tubuh Anda ditimbun pasir vulkanik yang hangat sambil tetap memakai yukata (jubah katun). JNTO menjelaskan pengalaman di Ibusuki, Kagoshima: Anda berganti yukata, berbaring di pantai sementara petugas menimbun tubuh dengan pasir hangat, lalu setelah sekitar 10 menit membersihkan diri dan berendam di pemandian dalam ruangan. Di Beppu juga ada: JNTO menyebut Hyotan Onsen, tempat pengunjung berbalut yukata ditimbun pasir sampai leher. Perlu diingat, sesi mandi dan berendam setelahnya mengikuti aturan pemandian biasa.

Aturan tato di onsen

Banyak onsen masih menolak tamu bertato karena dulu tato identik dengan dunia kriminal. JNTO menyebut kebijakannya sangat berbeda-beda di setiap tempat. Jika ada anggota rombongan yang bertato, ada tiga pilihan:

  • Pilih pemandian yang menerima tato. Data situs kami mencatat Kin no Yu di Arima menerima tamu bertato. Di Kinosaki, situs pariwisata resminya menyebut semua pemandian umum di kota itu menerima tato.
  • Tutup tato kecil. Beberapa onsen menjual stiker penutup tato berwarna kulit. Di Yunessun, tato harus ditutup, dan di area baju renang harus tertutup penuh oleh baju renang atau rash guard.
  • Pesan pemandian privat. Di kashikiri-buro atau bak onsen di kamar, tidak ada orang lain yang melihat.

Kota onsen terkenal dan informasi dari sumber resmi

Arima Onsen (Hyogo), dekat Kobe

Pemandian umum paling terkenal di Arima adalah Kin no Yu, dengan air "emas"-nya. Situs resminya menyebut airnya kaya zat besi dan sangat asin.

Info penting:

  • Pria dan wanita berendam terpisah (Ichi no Yu dan Ni no Yu).
  • Kin no Yu menerima tamu bertato.
  • Ada pemandian kaki di samping gedung, jadi Anda bisa mencoba airnya tanpa membuka pakaian.
  • Anda perlu handuk untuk mandi, dan handuk bisa dibeli di dalam. Sabun dan sampo tersedia.
  • Situs resmi mencantumkan jam buka 08.00 sampai 22.00, tutup setiap Selasa minggu ke-2 dan ke-4. Jam dan harga bisa berubah, jadi cek situs resminya sebelum berangkat.

Untuk salat, situs pariwisata resmi Kobe mencantumkan beberapa tempat salat di kota, termasuk KICC yang punya wastafel dan bak untuk mencuci kaki, serta ruang salat di kawasan Gunung Rokko yang bisa dipakai atas permintaan. Lihat semua tempat salat di Hyogo dan jadwal salat di Hyogo.

Hakone (Kanagawa)

Hakone menawarkan pemandangan danau, lembah vulkanik Owakudani dan banyak ryokan. Di sini pula letak Yunessun, fasilitas baju renang yang dibahas di atas.

Yang perlu diketahui:

  • Di Owakudani, situs pariwisata resmi meminta kewaspadaan ekstra karena gas vulkanik, terutama bagi penderita asma, gangguan pernapasan atau jantung, ibu hamil, bayi, anak kecil dan lansia.
  • Telur hitam yang terkenal itu hanyalah telur rebus biasa yang dimasak di air panas; hanya kulitnya yang menghitam.
  • Hakone tidak punya restoran yang khusus halal, tetapi banyak restoran mau menyesuaikan jika diminta, dan sebagian bisa menyediakan pilihan halal bila dihubungi lebih dulu.

Cek jadwal salat di Kanagawa sebelum berangkat, karena perjalanan dengan transportasi pegunungan bisa memakan waktu lama.

Kusatsu Onsen (Gunma)

JNTO menyebut Kusatsu memiliki volume air panas alami terbesar di Jepang. Airnya keluar dengan suhu sekitar 55°C dan didinginkan lewat saluran kayu di Yubatake ("ladang air panas") di pusat kota. Airnya sangat asam dan dianggap baik untuk kulit.

Di gedung Netsunoyu dekat Yubatake, Anda bisa menonton yumomi: para pekerja mendinginkan air dengan papan kayu panjang sambil menyanyikan lagu rakyat. Taman Sainokawara, yang bisa dicapai lewat gang dari Netsunoyu, dialiri air panas alami.

Kusatsu tidak punya stasiun kereta. JNTO menyarankan bus langsung dari Shinjuku, atau kereta ke Stasiun Naganohara-Kusatsuguchi lalu bus sekitar 25 menit. Atur jadwal salat di perjalanan dan cek jadwal salat di Gunma.

Beppu (Oita)

Beppu terkenal dengan kepulan uapnya dan "neraka" (jigoku)-nya: kolam air panas berwarna-warni yang hanya untuk dilihat, bukan untuk berendam. JNTO mencatat suhunya bisa mencapai sekitar 99°C. Ada tujuh jigoku, lima di distrik Kannawa dan dua di Shibaseki.

Info dari JNTO:

  • Tersedia tiket terusan untuk ketujuh jigoku, atau bisa bayar di masing-masing lokasi. Cek harga terbaru di situs resmi sebelum berangkat.
  • Jigoku-mushi adalah cara memasak tradisional dengan uap air panas. Di salah satu fasilitas, Anda bisa membeli bahan sendiri lalu mengukusnya, sehingga tahu persis apa yang masuk ke makanan Anda.
  • Beppu juga punya mandi pasir di Hyotan Onsen, dengan memakai yukata.

Untuk salat, Bandara Oita punya ruang salat di lantai 1 di sebelah konter JAL. Tanyakan ke meja informasi umum lantai 1; tersedia dua sajadah. Lihat jadwal salat di Oita.

Yufuin (Oita)

Yufuin adalah kota yang lebih tenang di dekat Beppu. JNTO menggambarkannya sebagai kota yang tertata rapi dan tetap mempertahankan karakternya, dengan galeri dan bengkel kerajinan. Danau Kinrinko dialiri mata air panas dan dingin, dan pagi hari sering berkabut.

Untuk pilihan yang menjaga aurat, JNTO menyebut ada beberapa pemandian kaki di sekitar kota yang bisa dipakai siapa saja secara gratis, dan Kua-ju Yufuin khusus baju renang. Sebagian pemandian terbuka milik ryokan bisa dipakai tamu luar dengan membayar, jadi tanyakan apakah bisa disewa secara privat.

Noboribetsu Onsen (Hokkaido)

Situs pariwisata resmi Hokkaido menyebut Noboribetsu punya sembilan jenis air mineral yang langka dalam satu kawasan. Di Jigokudani (Lembah Neraka), air mendidih dan uap keluar dari bebatuan.

Pilihan terbaik untuk yang ingin tetap berpakaian adalah Oyunuma River Natural Footbath, di samping Taisho Jigoku di jalur jalan kaki Sungai Oyunuma. Menurut asosiasi pariwisata Noboribetsu, tempat ini gratis, dan Anda bisa merendam kaki di aliran sungai hangat di tengah hutan. Noboribetsu berjarak sekitar 15 menit naik bus dari Stasiun JR Noboribetsu dan sekitar 60 menit naik mobil dari Bandara New Chitose, yang punya ruang salat terpisah untuk pria dan wanita serta tempat wudu kecil. Lihat tempat salat di Hokkaido.

Kinosaki Onsen (Hyogo)

Kinosaki adalah kota yang tumbuh di sekitar tujuh pemandian umum, dan situs resminya punya panduan berjalan-jalan antarpemandian dengan yukata. Situs resmi Visit Kinosaki menyebut semua pemandian dipisah berdasarkan jenis kelamin, mewajibkan tamu tanpa busana, dan menerima tato.

Jika menginap, penginapan biasanya memberi tiket masuk ke pemandian umum; pengunjung harian bisa membeli tiket satu hari di pemandian mana pun. Setiap pemandian punya hari tutup sendiri, dan ada yang tutup untuk renovasi (Satono-yu tutup sejak April 2024), jadi cek situs resminya sebelum berangkat. Jika tidak ingin ke pemandian umum, pilih ryokan di Kinosaki yang punya pemandian privat, dan nikmati suasana jalan-jalan memakai yukata tanpa harus berendam di tempat umum.

Dogo Onsen (Ehime)

Dogo Onsen di Matsuyama adalah pemandian bersejarah. Situs resminya meminta pengunjung memeriksa jadwal penutupan sementara Dogo Onsen Honkan karena pekerjaan konservasi dan perbaikan.

Dogo punya salah satu pilihan privat terbaik di antara onsen terkenal. Di gedung tambahan Asuka-no-Yu, lantai 2 memiliki dua Special Bathing Room, yaitu pemandian privat yang meniru pemandian kekaisaran di Honkan, dengan paket gaya keluarga. Menurut situs resmi:

  • Harus dipesan, secara online paling lambat 90 hari sebelumnya.
  • Anda boleh memakai jubah mandi yucho.
  • Sabun tidak boleh dipakai di ruang khusus ini, jadi mandi dulu di lantai 1.
  • Total waktu berendam dan istirahat dibatasi 90 menit.

Lantai 1 Asuka-no-Yu juga punya pemandian besar dan pemandian terbuka, yang tidak ada di Honkan. Bandara Matsuyama punya ruang salat. Lihat jadwal salat di Ehime.

Jigokudani Snow Monkey Park (Nagano)

Monyet salju yang terkenal itu berendam di kolam air panas di pegunungan. Kolam ini untuk monyet, bukan untuk manusia. Situs pariwisata resmi Nagano menyebut pengunjung bisa berendam onsen di ryokan di seberang sungai, dan taman ini terletak di hulu Yudanaka dan Shibu Onsen.

Rencanakan dengan matang:

  • Dari tempat parkir atau halte bus, perlu jalan kaki sekitar 30 menit di jalan setapak tanpa aspal, jadi hitung waktu salat untuk perjalanan pulang-pergi.
  • Monyet berendam di kolam air panas dari Desember sampai Maret.
  • Pakai sepatu hiking di musim panas dan sepatu bot salju di musim dingin; crampon sederhana disarankan untuk kunjungan musim dingin.
  • Tongsis dilarang, dan amati monyet dari kejauhan.
  • Situs pariwisata Nagano mencantumkan jam buka 08.30 sampai 17.00 di musim panas dan 09.00 sampai 16.00 di musim dingin. Cek situs resminya sebelum berangkat.

Cek jadwal salat di Nagano, dan sisakan waktu untuk berjalan kembali sebelum matahari terbenam di musim dingin.

Kota onsen lain di situs kami

Ryokan ramah Muslim: makanan, salat dan wudu

Dengan sedikit persiapan, menginap di ryokan bisa sangat nyaman bagi wisatawan Muslim.

Hidangan kaiseki: tanyakan soal babi, alkohol dan mirin

Menurut JNTO, menginap di ryokan biasanya sudah termasuk makan malam kaiseki (hidangan resmi beberapa sajian) dan sarapan Jepang, disajikan di ruang makan atau di kamar. Menunya musiman dan ditentukan dapur, jadi Anda tidak bisa memilih menu begitu saja saat malam tiba.

Yang perlu diwaspadai tidak selalu terlihat:

  • Alkohol dalam masakan. JNTO menjelaskan bahwa sake masak dan mirin (sake manis untuk memasak) dipakai di banyak masakan Jepang. Sebagian miso juga mengandung alkohol, kecuali yang bertuliskan tanpa bahan tambahan (mu-tenka).
  • Babi dan turunannya. Tanyakan bukan hanya daging babi, tetapi juga lemak babi (lard) dan gelatin.
  • Dapur bersama. Bahkan tempat yang menyebut dirinya ramah halal belum tentu punya dapur halal terpisah.

Solusinya: sampaikan permintaan secara tertulis sejak memesan. Menu kaiseki direncanakan sebelum Anda tiba, jadi permintaan di hari kedatangan bisa terlambat. Sebagai contoh, JNTO menyebut sebuah hotel di Kyoto yang meminta pemberitahuan dua hari sebelumnya untuk hidangan ramah Muslim.

Muslim Services Inquiry Sheet dari JNTO adalah formulir dua bahasa (Jepang dan Inggris) yang bisa Anda kirim atau tunjukkan ke staf. Isinya mencakup hidangan tanpa babi, tanpa alkohol atau mirin, menu seafood atau vegetarian, peralatan masak dan makan terpisah, hingga permintaan agar minuman beralkohol dikeluarkan dari kamar. Banyak Muslim memilih meminta menu berbasis seafood atau sayuran yang dimasak tanpa alkohol dan mirin. Kalau ryokan tidak bisa memastikannya, pertimbangkan paket kamar saja tanpa makan dan cari makan di luar. Panduan membaca label makanan di Jepang akan membantu untuk camilan dan minuman.

Salat di kamar ryokan

Kamar tatami sering menjadi salah satu tempat paling mudah untuk salat di Jepang. Alas kaki dilepas di pintu masuk, lantainya bersih, dan ruangannya biasanya lapang.

Tips praktis:

  • Tentukan arah kiblat sebelum tiba dengan aplikasi kompas. Lewat formulir JNTO, Anda juga bisa menanyakan apakah ryokan bisa meminjamkan kompas penunjuk arah Mekah, sajadah, mushaf Al-Qur'an, atau mukena.
  • Atur waktu dengan kunjungan staf. Di banyak ryokan, staf bisa masuk ke kamar untuk menyajikan makan malam atau menggelar futon. Tanyakan jamnya agar Anda bisa salat sebelum atau sesudahnya, dan sampaikan dengan sopan jika butuh beberapa menit tanpa gangguan.
  • Tanyakan ruang salat. JNTO mencatat sebagian hotel dan ryokan menyediakan sajadah, petunjuk arah kiblat dan informasi masjid.

Untuk tempat salat di luar penginapan, lihat panduan cara mencari tempat salat di Jepang dan daftar masjid di Jepang untuk pengunjung.

Wudu dan etika di pemandian

Di kota onsen air memang melimpah, tetapi fasilitas bersama tetap perlu dijaga:

  • Berwudu di kamar bila ada wastafel atau kamar mandi. Bak onsen di kamar membuatnya jauh lebih mudah.
  • Jangan berwudu di dalam kolam onsen. Airnya dipakai bersama dan harus tetap bersih; hanya tubuh yang sudah dibasuh yang boleh masuk.
  • Di wastafel umum, mencuci kaki di wastafel bisa mengejutkan tamu lain. Jika terpaksa, lap semua cipratan air sesudahnya. Botol atau gayung kecil sangat membantu.
  • Jaga lantai ruang ganti tetap kering. Keringkan badan dengan handuk kecil sebelum kembali ke ruang ganti.
  • Bawa sandal yang mudah dilepas. Anda akan sering melepas dan memakai alas kaki.

Mengatur waktu berendam dengan jadwal salat

Jam buka pemandian umum sering cukup panjang. Contohnya, situs resmi mencantumkan 07.00 sampai 23.00 untuk sebagian besar pemandian di Kinosaki, 06.00 sampai 23.00 untuk lantai 1 Asuka-no-Yu, dan 08.00 sampai 22.00 untuk Kin no Yu. Pemandian privat dipesan per sesi, jadi pilih jam yang tidak bentrok dengan Magrib atau Isya. Cek halaman jadwal salat daerah tujuan sebelum memesan sesi. Di musim dingin, jarak antara Asar dan Magrib lebih pendek, sehingga berendam di pagi hari atau setelah Isya sering lebih mudah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bolehkah Muslim pergi ke onsen di Jepang?

Banyak Muslim menikmati onsen, dan caranya tergantung kenyamanan masing-masing. Pemandian umum memang khusus sesama jenis tetapi tanpa busana, sehingga banyak Muslim memilih kashikiri-buro, bak onsen di kamar ryokan, pemandian kaki atau fasilitas baju renang.

Apa itu kashikiri-buro?

Kashikiri-buro adalah pemandian privat yang disewa untuk waktu tertentu, biasanya 45 sampai 60 menit, untuk Anda sendiri atau keluarga. JNTO mencatat sebagian besar dikenai biaya dan perlu dipesan lebih dulu atau di resepsionis. Anda diberi kunci, jadi tidak ada orang lain yang masuk.

Bolehkah memakai baju renang atau burkini di onsen?

Di onsen biasa tidak boleh. Beberapa fasilitas, seperti Yunessun di Hakone, justru mewajibkan baju renang di area campurnya. Hubungi fasilitasnya lebih dulu jika ingin memakai burkini, karena aturan model baju renang tidak selalu dipublikasikan.

Bolehkah wanita memakai jilbab di onsen?

Pemandian umum biasa tidak mengizinkan baju renang atau pakaian, dan handuk tidak boleh masuk ke air. Muslimah yang ingin tetap tertutup biasanya memilih pemandian privat, bak onsen di kamar, pemandian kaki, atau fasilitas baju renang setelah mengecek aturannya.

Apakah ryokan bisa menyiapkan makanan tanpa babi dan alkohol?

Sebagian bisa, tetapi hanya jika diminta jauh hari. Kirim permintaan tertulis saat memesan, dan gunakan Muslim Services Inquiry Sheet dari JNTO untuk menjelaskan tanpa babi, tanpa alkohol dan tanpa mirin. Jika ryokan tidak bisa memastikan, pilih paket kamar saja.

Di mana ada pemandian kaki gratis?

Beberapa kota onsen terkenal memilikinya. Data situs kami mencatat pemandian kaki di samping Kin no Yu di Arima, JNTO menyebut beberapa pemandian kaki gratis di Yufuin, dan Noboribetsu punya Oyunuma River Natural Footbath yang gratis.

Bisakah ke onsen jika bertato?

Tergantung tempatnya. Situs resmi Kinosaki menyebut semua pemandian umumnya menerima tato, dan Kin no Yu di Arima juga menerima tato. Di tempat lain, tutup tato kecil dengan stiker bila diizinkan, atau pesan pemandian privat.

Rencanakan perjalanan onsen Anda

Perjalanan onsen bisa tetap menenangkan dan sesuai prinsip Anda: pilih pemandian privat atau kamar dengan bak onsen, tanyakan soal makanan sejak awal, dan atur jadwal salat di sela sesi berendam dan perjalanan. Sebelum berangkat, cek jadwal salat di Hyogo, Oita atau Kanagawa, baca cara mencari tempat salat di Jepang, dan simpan kalimat bahasa Jepang untuk wisatawan Muslim untuk berbicara dengan staf ryokan.